TREN.BISNISMARKET.COM - Perusahaan teknologi raksasa, Amazon, kembali mengumumkan langkah restrukturisasi internal yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sebagian karyawannya. Kali ini, PHK tersebut menyasar divisi Artificial General Intelligence (AGI) atau kecerdasan buatan umum.

Langkah ini diambil di tengah gelombang investasi besar-besaran yang digelontorkan Amazon untuk memperkuat lini pengembangan teknologi kecerdasan buatan mereka.

Meskipun jumlah pasti karyawan yang terdampak tidak diungkapkan secara resmi oleh Amazon, informasi yang beredar di platform profesional seperti LinkedIn mengindikasikan bahwa pemangkasan ini memengaruhi pegawai yang sebelumnya bertugas pada penyesuaian model AI (model customization) dan proses pasca-pelatihan.

Amazon menyatakan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari strategi untuk memfokuskan sumber daya pada proyek-proyek AI yang dianggap paling krusial dan memberikan nilai tambah signifikan bagi para pelanggannya.

"Ini adalah bidang yang berkembang sangat cepat, dan kami mempertajam fokus pada inisiatif yang paling penting bagi pelanggan agar dapat bergerak lebih cepat pada hal-hal yang benar-benar berdampak,” ujar seorang juru bicara Amazon, seperti dikutip dari CNBC International pada Kamis, 23 Juli 2026.

Juru bicara Amazon melanjutkan, "Fokus tersebut berarti kami harus mengambil sejumlah keputusan sulit, termasuk menghapus beberapa posisi di sebagian organisasi AGI, meskipun kami tetap berinvestasi pada area yang paling penting bagi masa depan pelanggan kami."

Meski melakukan pengurangan tenaga kerja di beberapa area, Amazon menegaskan komitmennya bahwa pengembangan di sektor kecerdasan buatan tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

"Kami telah mengembangkan model AI berskala besar selama beberapa tahun terakhir, dan ini tetap menjadi salah satu hal terpenting yang sedang kami kerjakan," jelas juru bicara Amazon.

Tindakan ini juga merupakan bagian dari restrukturisasi yang lebih luas yang telah dilakukan Amazon. Sejak Oktober 2022, perusahaan ini tercatat telah melakukan pemangkasan lebih dari 30.000 karyawan melalui beberapa gelombang PHK.