TREN.BISNISMARKET.COM - Apple telah mengajukan gugatan hukum terhadap OpenAI di pengadilan federal Amerika Serikat. Perusahaan teknologi raksasa ini menuduh OpenAI telah memperoleh akses terhadap informasi rahasia mereka melalui perekrutan sejumlah mantan karyawan Apple.

Gugatan tersebut juga turut menyeret perusahaan desain io Products, serta dua mantan petinggi Apple yang kini bekerja di OpenAI. Apple menuding para tergugat menjalankan "pola pencurian" terhadap pengembangan produk rahasia dan berbagai pekerjaan internal perusahaan.

Setidaknya dua mantan karyawan senior Apple disebut mengirimkan informasi internal perusahaan ke alamat email pribadi sebelum mereka bergabung dengan OpenAI. Tuduhan ini muncul dalam dokumen gugatan yang diajukan pada Jumat (10/7) waktu setempat, seperti dilansir BBC.

Menanggapi tudingan tersebut, juru bicara OpenAI Drew Pusateri memberikan bantahan. "Kami tidak tertarik dengan rahasia dagang perusahaan lain," ujar Pusateri, dikutip dari BBC International.

Pusateri menambahkan bahwa OpenAI masih mempelajari isi gugatan tersebut dan tetap "berfokus pada pengembangan teknologi inovatif yang memberdayakan orang di mana pun."

Sementara itu, juru bicara Apple kepada BBC menyatakan bahwa gugatan tersebut didasarkan pada "bukti yang signifikan."

Peristiwa ini menandai babak baru dalam hubungan antara Apple dan OpenAI. Sebelumnya, CEO Apple Tim Cook sempat membawa ChatGPT ke dalam ekosistem perangkat Apple sebagai bagian dari pengembangan fitur kecerdasan buatan (AI).

Namun, pada tahun ini Apple mulai mengalihkan lebih banyak fitur AI miliknya agar berjalan menggunakan model Gemini milik Google. Pengalihan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan hukum antara kedua perusahaan.

Selain OpenAI, Apple juga menggugat io Products, sebuah perusahaan rintisan desain yang didirikan mantan eksekutif senior Apple Jony Ive dan telah diakuisisi oleh OpenAI tahun lalu.