TREN.BISNISMARKET.COM - Asosiasi industri otomotif nasional, Gaikindo, telah menyampaikan pandangan dan masukan signifikan kepada pemerintah pusat mengenai arah kebijakan stimulus industri di sektor otomotif. Permintaan ini muncul sebagai respons terhadap fokus kebijakan insentif yang saat ini cenderung mengarah secara eksklusif pada pengembangan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV).
Permintaan utama yang diajukan oleh Gaikindo adalah agar cakupan insentif industri otomotif dapat diperluas secara lebih merata. Mereka menekankan pentingnya dukungan yang tidak hanya terpusat pada segmen mobil listrik saja, melainkan juga mencakup sektor otomotif secara keseluruhan.
Pertimbangan ini diajukan mengingat besarnya kontribusi industri otomotif konvensional terhadap perekonomian nasional saat ini. Perluasan stimulus diharapkan dapat menjaga stabilitas dan pertumbuhan rantai pasok industri yang sudah mapan.
"Gaikindo memberikan masukan kepada pemerintah, mereka berharap kalau stimulus industri otomotif bisa diperluas bukan cuma ke mobil listrik," ujar perwakilan Gaikindo dalam pertemuan konsultasi kebijakan.
Permintaan ini didasarkan pada analisis bahwa transisi menuju elektrifikasi membutuhkan waktu dan dukungan bertahap. Oleh karena itu, meniadakan dukungan bagi sektor lain dinilai dapat menimbulkan disrupsi yang tidak diinginkan dalam ekosistem manufaktur yang ada.
Fokus tunggal pada mobil listrik dikhawatirkan dapat mengabaikan kebutuhan investasi dan pengembangan teknologi pada segmen kendaraan bermotor lainnya yang masih menjadi tulang punggung pasar domestik. Hal ini menjadi inti dari aspirasi yang disampaikan oleh asosiasi tersebut.
Dikutip dari pertemuan konsultasi tersebut, Gaikindo menekankan perlunya keseimbangan dalam alokasi dukungan fiskal dari pemerintah. Keseimbangan ini penting untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan industri secara holistik di tahun-tahun mendatang.
Dengan perluasan insentif, Gaikindo berharap tercipta iklim usaha yang kondusif bagi semua produsen kendaraan. Hal ini diharapkan dapat mempercepat tingkat elektrifikasi sambil tetap mempertahankan daya saing industri otomotif Indonesia di pasar regional.