TREN.BISNISMARKET.COM - Industri mata uang kripto global kembali diguncang oleh berita mengejutkan dari Amerika Serikat. Bitcoin Depot, salah satu penyedia Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bitcoin terbesar yang terdaftar di Nasdaq, mengumumkan penghentian total seluruh layanannya. Keputusan ini diambil setelah perusahaan mengajukan perlindungan kebangkrutan berdasarkan skema 'Chapter 11'.
Perusahaan yang berkantor pusat di Atlanta ini secara sukarela mengajukan permohonan pailit ke Pengadilan Kebangkrutan AS untuk Distrik Selatan Texas. Peristiwa ini terjadi pada pertengahan Mei 2026, yang secara otomatis memaksa Bitcoin Depot menghentikan semua operasionalnya secara permanen.
Langkah kebangkrutan ini berujung pada kewajiban perusahaan untuk menjual seluruh aset yang tersisa. Tujuannya adalah untuk memenuhi semua kewajiban hukum dan tagihan yang harus diselesaikan sesuai prosedur kepailitan yang berlaku.
Akibat dari keputusan tersebut, seluruh jaringan ATM Bitcoin milik perusahaan langsung tidak dapat diakses atau berstatus offline. Perlu diketahui bahwa setahun sebelumnya, Bitcoin Depot tercatat memiliki jaringan yang luas, mengoperasikan sebanyak 9.276 kios ATM di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.
Jaringan ATM ini selama ini menjadi infrastruktur penting bagi investor ritel. Kios-kios tersebut memfasilitasi proses konversi uang tunai fisik menjadi mata uang kripto secara instan dan mudah.
Keputusan pahit untuk menghentikan bisnis ini dipicu oleh hasil kinerja keuangan yang sangat buruk pada kuartal pertama tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, perusahaan mengalami penurunan pendapatan yang signifikan.
Pendapatan perusahaan tercatat anjlok hingga 49% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya secara tahunan (year-on-year/YoY). Kondisi ini membuat Bitcoin Depot harus menanggung kerugian bersih mencapai US$ 9,5 juta, sebuah pembalikan drastis dari laba bersih US$ 12,2 juta pada tahun sebelumnya.
Bukan hanya pendapatan, laba kotor perusahaan juga tertekan hebat, merosot hingga 85% menjadi hanya senilai US$ 45 juta. Tekanan finansial ini menjadi indikator utama di balik keputusan untuk mengajukan perlindungan kebangkrutan.
Manajemen Bitcoin Depot secara terbuka menyatakan bahwa akar permasalahan utama hancurnya bisnis mereka adalah dampak dari regulasi dan aturan baru dari pemerintah yang semakin ketat.