TREN.BISNISMARKET.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa impresif pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026. Indeks acuan bursa saham Indonesia ini tercatat melesat 1,41%, berhasil menembus level 6.319,85 poin.

Pergerakan positif ini didukung oleh mayoritas saham yang diperdagangkan, di mana sebanyak 387 saham berhasil menguat. Sementara itu, 224 saham tercatat stagnan, dan hanya 181 saham yang mengalami pelemahan.

Volume transaksi perdagangan mencapai 30,96 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 11,07 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,76 juta kali, menunjukkan tingginya aktivitas pelaku pasar pada hari tersebut.

Kenaikan signifikan IHSG ini bertepatan dengan momen penting pengesahan Rancangan Undang-Undang Pusat Financial Internasional Indonesia (RUU PFII) oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Tren penguatan IHSG ini sebenarnya telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Sebelumnya, IHSG telah mencatatkan reli selama sembilan hari bursa berturut-turut.

Lebih jauh lagi, IHSG tercatat melesat dalam 14 dari 15 hari perdagangan terakhir di bulan Juli 2026. Tercatat, hanya pada tanggal 8 Juli 2026 IHSG sempat ditutup melemah.

Dikutip dari data Refinitiv, sektor properti menjadi primadona dengan lonjakan nilai mencapai 5,17%. Sektor barang baku juga menunjukkan performa kuat dengan kenaikan 3,21%, diikuti sektor utilitas dan energi yang masing-masing tumbuh lebih dari 2,5%.

Menariknya, sektor kesehatan justru menjadi satu-satunya sektor yang mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini.

Emiten yang menjadi penggerak utama penguatan IHSG kali ini adalah Amman Mineral Internasional (AMMN) yang memberikan kontribusi 11 indeks poin. Diikuti oleh Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan 7,31 indeks poin, serta Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang menyumbang 6,01 indeks poin.