- TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah gencar melakukan penjajakan untuk membangun Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Langkah strategis ini ditempuh dengan mempelajari pengalaman dari pusat finansial global terkemuka, salah satunya adalah Dubai International Financial Centre (DIFC).
Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu, Herman Saheruddin, menyatakan bahwa pihaknya telah menggelar pertemuan dengan perwakilan DIFC untuk menyerap masukan berharga. Tujuannya adalah agar regulasi yang sedang disusun dapat diimplementasikan secara efektif dan fungsional di Indonesia.
"Ini kan hal baru ya di Indonesia, kita perlu meticulous atau detail gitu, yang penting kita ingin ini workable, Kalau sudah jadi ya bisa jalan," ujar Herman Saheruddin kepada awak media usai rapat Panja terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) PFII bersama Komisi XI DPR RI pada Selasa, 14 Juli 2026.
Herman menjelaskan bahwa pusat finansial global memiliki beragam bentuk, mulai dari yang murni sebagai pusat keuangan hingga yang berfungsi sebagai hub keuangan. Indonesia diharapkan dapat mengembangkan PFII dengan karakteristik yang unik, memanfaatkan sumber daya domestik yang melimpah.
"Jadi bentuk financial center di global kan itu banyak ya, ada yang bentuknya pure financial center gitu, ada yang cuma hub saja, kalau di Indonesia kan banyak resourcesnya, artinya disitu tidak hanya financial center biasa, tapi juga disitu ada peluang-peluang pembiayaan dari luar negeri untuk domestik itu dibuka di sana," terangnya.
Harapan besar disematkan pada PFII agar mampu menjadi gerbang pembiayaan bagi berbagai proyek strategis di dalam negeri. Ini penting mengingat adanya _saving investment gap_ yang perlu diatasi melalui suntikan modal dari investor global.
"Intinya kalau kita ngandelin dari domestik aja kan saving investment gap-nya ada. Harapannya melalui pusat finansial kita, investor global yang belum masuk langsung ke Indonesia, bisa ikut membiayainya pembangunan dari sana," ujar Herman.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa beserta jajaran Kemenkeu telah melakukan pertemuan dengan perwakilan DIFC. "Kemarin kita ketemu dari jajaran Dubai financial center gitu ya. Kita mendengarkan masukan-masukan dari mereka," kata Herman.
Pembahasan mendalam dengan DIFC dijadwalkan berlanjut malam ini, di mana Menteri Keuangan akan secara langsung mendengarkan pandangan dari mantan CEO DIFC. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menggali berbagai perspektif demi kesuksesan PFII.