TREN.BISNISMARKET.COM - Sebuah jaket kulit yang dikenakan oleh CEO Nvidia, Jensen Huang, telah mencetak rekor penjualan yang mengejutkan dengan nilai mencapai sekitar Rp17 miliar. Benda bersejarah ini dilelang di rumah lelang ternama Sotheby's, menarik perhatian para kolektor dari seluruh dunia.

Jaket kulit tersebut, yang menjadi ciri khas Jensen Huang, berhasil terjual dengan harga US$960.000 atau setara dengan Rp17 miliar. Proses lelang yang berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026, ini diikuti oleh 45 penawar yang saling bersaing untuk memperebutkan artefak langka tersebut.

Menurut informasi dari CNBC Internasional, para ahli awalnya memprediksi jaket ikonik ini akan laku di kisaran US$40.000 hingga US$60.000, atau sekitar Rp714 juta hingga Rp1 miliar. Namun, hasil akhir lelang melampaui estimasi tersebut secara dramatis, menunjukkan minat kolektor yang luar biasa.

"Penawaran akhir justru jauh lebih tinggi hingga tembus Rp17 miliar," demikian kutipan dari sumber berita, menggarisbawahi lonjakan harga yang tidak terduga.

Angka fantastis ini jauh melampaui harga eceran jaket tersebut yang berada di bawah US$10.000, atau sekira Rp178 juta. Jensen Huang sendiri dikenal luas sebagai sosok yang kerap tampil mengenakan jaket kulit khasnya.

Ia telah menjadi ikon dengan gaya berpakaiannya tersebut selama hampir dua dekade. Kekayaan pribadi Huang diperkirakan mencapai US$175 miliar, atau sekitar Rp3.100 triliun, menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh di industri teknologi.

Jaket kulit yang kini menjadi sorotan ini tercatat pernah dikenakan oleh Huang pada sebuah acara penting di Foxconn, Taipei, Taiwan, pada tahun 2023. Penjualan dengan harga tinggi ini mencerminkan keinginan para kolektor untuk mengabadikan barang-barang bersejarah dari era keemasan kecerdasan buatan (AI).

Sotheby's mengumumkan bahwa seluruh hasil dari lelang jaket tersebut akan didonasikan kepada badan filantropi. Dana ini akan disalurkan untuk mendukung Edge Institute, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada inovasi.

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk berbagai program, termasuk penyediaan beasiswa, pemberian hibah, dan penyelenggaraan program residensi. Hal ini menunjukkan komitmen untuk mendukung perkembangan di bidang inovasi dan pendidikan.