TREN.BISNISMARKET.COM - Arus modal asing kembali menunjukkan tren positif dan membanjiri pasar keuangan Indonesia hingga pertengahan Juni 2026. Kepulangan investor asing ini menjadi kabar baik bagi stabilitas perekonomian nasional menjelang paruh kedua tahun tersebut.
Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, aliran dana dari investor internasional tercatat kembali masuk ke dalam negeri hingga pekan ini. Pencapaian ini menunjukkan efektivitas langkah-langkah kebijakan yang telah diambil oleh otoritas moneter.
Secara kuantitatif, nilai investasi asing yang masuk tersebut berhasil mencapai angka substansial sebesar US$ 3,9 miliar per tanggal 15 Juni 2026. Angka ini menandai pembalikan arah setelah sempat terjadi periode penarikan dana oleh investor.
Perry Warjiyo menyampaikan konfirmasi mengenai hasil positif ini dalam sebuah konferensi pers daring yang diselenggarakan pada hari Kamis, 18 Juni 2026. Penetapan waktu ini memberikan gambaran kinerja hingga pertengahan kuartal kedua tahun 2026.
"Hasilnya dapat mendorong modal asing di kuartal II dengan neto inflow US$ 3,9 miliar," tegas Perry saat konferensi pers secara daring, Kamis (18/6/2026).
Perry menjelaskan lebih lanjut bahwa aliran modal masuk senilai US$ 3,9 miliar ini merupakan sebuah pembalikan keadaan signifikan. Sebelumnya, tercatat adanya aliran keluar modal asing (net outflow) yang sempat mencapai angka US$ 800 juta.
Pembalikan tren ini terjadi karena para investor asing menunjukkan minat besar untuk memburu aset investasi portofolio yang ditawarkan di Indonesia. Minat ini terlihat jelas pada instrumen-instrumen investasi tertentu yang menjadi favorit mereka.
Beberapa instrumen yang paling diburu oleh investor asing tersebut termasuk Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan juga Surat Berharga Negara (SBN). Kedua instrumen ini dinilai menawarkan imbal hasil yang menarik.
"Aliran masuk modal asing ditopang modal asing ke SRBI dan SBN," ujarnya.