TREN.BISNISMARKET.COM - CEO Nvidia, Jensen Huang, baru-baru ini membeberkan hubungan pribadinya yang cukup dekat dengan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Huang mengungkapkan bahwa Trump sering menghubunginya pada larut malam untuk mendiskusikan berbagai isu strategis penting bagi negara.
Hal ini terungkap dalam sebuah wawancara Huang dengan Associated Press, di mana ia bercerita mengenai topik pembicaraan mereka yang fokus pada penguatan industri Amerika Serikat dan memenangkan persaingan global. Kedekatan ini terjalin setelah pertemuan pertama mereka tahun lalu di Mar-a-Lago, Florida.
Pertemuan awal tersebut terjadi ketika Huang diundang makan malam oleh Trump saat ia berada di wilayah tersebut untuk menerima Edison Achievement Award atas kontribusinya di bidang kecerdasan buatan (AI). Huang menghadiri jamuan eksklusif tersebut bersama istrinya, Lori.
Huang menggambarkan kesan pertamanya terhadap Trump sebagai sosok yang sangat menarik dan karismatik. "Dia sangat menarik, sangat karismatik, komunikatif, dan banyak bertanya," ujar Huang.
Menurut Huang, sejak pertemuan pertama itu, Trump secara konsisten membahas agenda utama seperti penciptaan lapangan kerja di dalam negeri, reindustrialisasi AS, serta upaya perlindungan keamanan nasional dan memenangkan persaingan internasional. "Sejak pertama kali saya bertemu dengannya, satu-satunya hal yang selalu dia bicarakan kepada saya adalah menciptakan lebih banyak lapangan kerja, melakukan reindustrialisasi Amerika Serikat, melindungi keamanan nasional, dan memenangkan persaingan," lanjutnya.
Kedekatan ini bahkan ditunjukkan dengan adanya permintaan Trump agar pesawat kepresidenan Air Force One menjemput Huang di Alaska saat perjalanan menuju kunjungan kenegaraan ke China. Namun, kedekatan ini juga menuai kritik, khususnya dari kubu Partai Demokrat.
Senator Elizabeth Warren sempat mempertanyakan mengapa Huang dapat menghadiri jamuan makan malam eksklusif di Mar-a-Lago, sementara ia tidak hadir dalam sidang komite Senat. Dilansir dari Fortune, Kamis (18/6/2026), Huang menegaskan bahwa meskipun memiliki perbedaan politik, fokus utamanya adalah keberhasilan kepemimpinan presiden demi kemajuan negara.
"Kita mungkin berbeda dalam politik, tetapi kita harus ingin dia berhasil," kata Huang. Ia menambahkan, "Sebab ketika Presiden Trump berhasil, negara kita juga berhasil," tambahnya.
Selain hubungan politik, Huang juga menyoroti perkembangan pesat AI, membandingkannya dengan adaptasi masyarakat terhadap munculnya mobil di masa lalu. Ia menekankan perlunya menciptakan norma sosial baru seiring dengan adopsi teknologi tersebut oleh masyarakat luas.