TREN.BISNISMARKET.COM - Perkembangan pesat teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), tidak hanya berdampak pada dunia kerja tetapi juga memicu perubahan signifikan dalam struktur kurikulum pendidikan tinggi di Tiongkok. Langkah drastis ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan industri dan tujuan pembangunan nasional negara tersebut.

Pihak kampus di Tiongkok tengah melaksanakan restrukturisasi besar-besaran pada program studi mereka. Penyesuaian ini bertujuan untuk memastikan lulusan memiliki keahlian yang relevan dengan tuntutan ekonomi modern.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah tingginya angka lulusan perguruan tinggi yang kesulitan mendapatkan pekerjaan. Hal ini disebabkan oleh kesenjangan antara gelar yang dimiliki dengan keterampilan yang dibutuhkan pasar tenaga kerja saat ini.

Untuk mengatasi masalah tersebut, otoritas pendidikan memutuskan untuk menghapus ribuan gelar akademik yang dianggap sudah tidak relevan atau ketinggalan zaman. Program studi baru yang lebih fokus pada bidang teknologi diperkenalkan sebagai penggantinya.

Menurut data resmi dari Kementerian Pendidikan Tiongkok, lembaga pendidikan tinggi di negara tersebut telah mencabut atau menangguhkan sebanyak 12.200 program gelar sarjana. Sebagai upaya pengganti, sebanyak 10.200 program studi baru telah diperkenalkan ke dalam kurikulum.

"Artinya 30% universitas di China telah melakukan penyesuaian dengan zaman," Dikutip dari South China Morning Post, Kamis (18/6/2026).

Beberapa disiplin ilmu yang terkena dampak dari kebijakan pembaruan kurikulum ini termasuk bidang seni, humaniora, bahasa asing, dan manajemen. Bidang-bidang tersebut dinilai kurang sejalan dengan arah pembangunan teknologi negara.

Sementara itu, terdapat tren peningkatan fokus pada inovasi terkini, di mana sembilan kampus telah mulai menambahkan jurusan baru yang secara spesifik berkaitan dengan kecerdasan terwujud atau embodied intelligence. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempercepat adopsi AI generasi berikutnya dalam sektor ekonomi riil.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Cnbcindonesia. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.