TREN.BISNISMARKET.COM - Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat kini memasuki fase regulasi baru setelah Presiden Donald Trump secara resmi menandatangani perintah eksekutif terkait. Langkah ini menarik perhatian luas, terutama mengingat latar belakang politik Trump yang erat dengan para pemimpin perusahaan teknologi besar.

Aturan yang ditetapkan tersebut mewajibkan perusahaan pengembang AI untuk menyerahkan model terbaru mereka untuk ditinjau oleh pemerintah sebelum diizinkan rilis ke publik. Kewajiban sukarela ini menjadi sorotan utama dalam diskusi mengenai masa depan tata kelola teknologi mutakhir tersebut.

Namun, regulasi yang dicanangkan oleh pemerintah AS ini menuai kritik tajam mengenai konsistensi dan transparansinya. Martin Chavez, yang menjabat sebagai Wakil Ketua di firma investasi Sixth Street, menyampaikan pandangannya kepada Reuters pada hari Rabu (1/7/2026).

Chavez secara khusus menyoroti fokus regulasi yang cenderung menilai setiap peluncuran model AI baru secara individual. Dalam forum Reuters Momentum AI London, ia mempertanyakan mekanisme pengambilan keputusan terkait persetujuan model-model tersebut dan siapa yang memegang otoritas akhir.

Pakar tersebut mengungkapkan kekhawatirannya bahwa pendekatan regulasi yang ada saat ini justru menjauhkan industri AI dari prinsip kesetaraan yang seharusnya dijunjung tinggi. Hal ini, menurutnya, dapat meningkatkan berbagai risiko signifikan di masa mendatang.

Sebagai informasi tambahan, Martin Chavez merupakan sosok senior yang memiliki pengaruh besar di sektor teknologi dan keuangan, bahkan menjabat sebagai anggota dewan direksi di Alphabet, perusahaan induk Google.

"Regulasi yang tepat selalu muncul setelah peristiwa terjadi," ujar Chavez, mengaitkan pola regulasi dengan sejarah krisis keuangan yang terjadi sebelumnya.

Lebih lanjut, Chavez menjelaskan kecenderungan yang ia amati dalam pembentukan kebijakan publik di sektor krusial. "Kita cenderung tidak melakukan apa pun sampai sesuatu yang buruk terjadi, baru kemudian kita membuat regulasi," tambahnya.

Isu mengenai masa depan ketenagakerjaan menjadi salah satu kekhawatiran utama seiring dengan meningkatnya adopsi AI di berbagai sektor industri. Banyak pekerja mulai cemas bahwa peran mereka akan tergantikan oleh sistem AI yang diklaim lebih efisien oleh perusahaan.