TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Republik Indonesia tengah mempersiapkan langkah inovatif dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya melalui program unggulan mereka. Langkah ini melibatkan pemanfaatan teknologi mutakhir untuk memastikan efektivitas penyediaan makanan bergizi.
Rencana strategis ini terungkap dalam sebuah rancangan Peraturan Presiden (Perpres) yang kini sedang digodok oleh kementerian terkait. Dokumen internal tersebut mengindikasikan adanya pergeseran signifikan dalam metode operasional program prioritas nasional.
Fokus utama dari rencana ini adalah integrasi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) ke dalam berbagai aspek pelaksanaan program Makanan Bergizi Ganda (MBG). Penggunaan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan presisi dan efisiensi program.
Salah satu aplikasi krusial dari AI tersebut adalah dalam proses perancangan menu makanan yang akan disajikan kepada penerima manfaat program MBG. Hal ini bertujuan agar komposisi nutrisi dapat disesuaikan secara optimal.
Selain perumusan menu, teknologi AI juga akan dikerahkan untuk melakukan pengawasan dan monitoring terhadap operasional dapur yang terlibat dalam penyediaan makanan. Ini mencakup aspek kebersihan hingga ketepatan porsi.
Menurut isi draf yang beredar, AI nantinya akan digunakan untuk beberapa aktivitas MBG, termasuk untuk merancang menu hingga monitoring dapur, sebagaimana tertuang dalam dokumen tersebut.
Integrasi teknologi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memodernisasi sistem distribusi bantuan pangan dan memastikan bahwa setiap asupan makanan memenuhi standar gizi yang ditetapkan. Pemerintah berharap efisiensi ini dapat menekan potensi pemborosan.
Dikutip dari rancangan tersebut, implementasi AI diharapkan dapat memberikan solusi adaptif terhadap tantangan logistik dan variasi kebutuhan gizi di berbagai daerah di Indonesia. Langkah ini menunjukkan komitmen serius terhadap penanganan isu stunting dan gizi buruk.