TREN.BISNISMARKET.COM - Korea Selatan tengah menyaksikan fenomena baru yang unik di mana teknologi kecerdasan buatan (AI) dimanfaatkan untuk "menghidupkan" kembali orang yang telah meninggal. Layanan ini bukan menghadirkan kembali secara fisik, melainkan melalui kreasi video digital berbasis AI yang menawarkan pengalaman emosional mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Perusahaan teknologi Vaice, yang beroperasi di Seoul, menjadi salah satu pionir dalam penyediaan jasa ini. Mereka memungkinkan klien untuk membuat video animasi dari mendiang orang terkasih, lengkap dengan pesan yang disesuaikan.

Salah satu pelanggan, Lee Geon Hui, memesan video mendiang kakeknya dengan pesan yang dibuatnya sendiri. Video tersebut menampilkan karakter kakeknya yang mengucapkan permintaan maaf kepada putranya, ayah Lee Geon Hui, atas beban pekerjaan pertanian di masa lalu dan ketidaksetujuannya terhadap pilihan karier putranya sebagai penata rambut.

"Ayah saya bilang tidak akan menontonnya. Namun dia menontonnya dan menangis. Saya puas. Saya menulis naskahnya...itu yang sebenarnya ingin saya sampaikan kepada ayah saya," ujar Lee Geon Hui, mengutip dari The Star, Senin (27/7/2026).

Tren ini semakin populer seiring dengan meningkatnya literasi digital masyarakat Korea Selatan dan kemajuan teknologi AI. Vaice dilaporkan menerima sekitar 300 pelanggan setiap bulan, mayoritas berusia 40-50 tahun, yang ingin membuat kenangan digital dari orang tua atau kakek-nenek mereka yang telah tiada.

CEO Vaice, Jeongu Won, menjelaskan bahwa proses pembuatan video ini memerlukan beberapa foto dan sampel suara singkat dari almarhum. Data tersebut kemudian digunakan untuk menciptakan visual karakter yang menyerupai wajah asli orang yang bersangkutan.

Para klien memiliki kebebasan untuk menulis naskah dialog yang akan diucapkan oleh karakter dalam video. Seringkali, video-video ini diakhiri dengan ungkapan "Aku mencintaimu" sebagai penutup emosional.

Beberapa video juga mencakup permintaan maaf atas konflik yang belum terselesaikan atau harapan untuk dapat memperbaiki hubungan yang renggang di masa lalu. Hal ini menunjukkan bagaimana teknologi AI digunakan sebagai sarana untuk penyembuhan emosional dan penutupan spiritual.

Untuk layanan ini, Vaice mematok harga sekitar US$390 atau setara dengan Rp 7 juta untuk durasi video tiga hingga lima menit. Biaya ini dinilai sepadan dengan nilai sentimental yang ditawarkan kepada klien.