TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintahan yang akan datang di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dikabarkan tengah mempersiapkan penggunaan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) untuk mendukung sejumlah program prioritas nasional. Salah satu fokus utama dari implementasi teknologi ini adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi janji kampanye utama.

Integrasi teknologi AI ini tertuang dalam sebuah draf peraturan presiden mengenai adopsi AI untuk kementerian dan pemerintah daerah yang berlaku mulai tahun 2026 hingga 2029. Tujuan utama dari kerangka regulasi ini adalah mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan, fasilitasi, dan penggunaan AI pada sektor-sektor yang menjadi prioritas presiden.

Dilansir dari Reuters, draf tersebut memproyeksikan bahwa adopsi AI secara masif dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Diperkirakan, pemanfaatan teknologi ini berpotensi meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 12% atau setara dengan US$366 miliar pada tahun 2030 mendatang.

Draf peraturan tersebut juga menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan teknologi ini untuk meningkatkan daya saing Indonesia. "Tujuan penggunaan teknologi agar membuat Indonesia bisa lebih kompetitif dalam penggunaan AI di tingkat regional dan global," demikian tertulis dalam dokumen tersebut, dikutip Kamis (25/6/2026).

Dalam penyusunan regulasi AI nasional Indonesia ini, sejumlah perusahaan teknologi global dilaporkan turut serta memberikan masukan. Perusahaan besar dunia yang disebut terlibat dalam proses ini antara lain Meta, IBM, dan Microsoft, menunjukkan adanya kolaborasi strategis dalam pengembangan kerangka kerja AI Indonesia.

Lebih lanjut, penggunaan AI dalam program MBG akan mencakup berbagai aspek operasional demi efisiensi dan kualitas. Teknologi ini diharapkan dapat membantu merancang menu makanan yang spesifik sesuai kebutuhan daerah masing-masing.

Selain perancangan menu, AI juga akan dimanfaatkan untuk pengawasan mutu dan keamanan pangan. Ini termasuk memantau kebersihan dapur, memprediksi permintaan makanan secara akurat, serta mendeteksi potensi penyimpangan dalam distribusi dan penyajian makanan.

Integrasi data kesehatan juga menjadi bagian penting dari pemanfaatan AI dalam program MBG. Dijelaskan bahwa AI akan digunakan untuk mengintegrasikan data kesehatan guna memberikan peringatan dini apabila terjadi keadaan darurat terkait gizi atau kesehatan penerima manfaat.

Draf tersebut juga mencatat bahwa otomatisasi yang didukung oleh AI akan membawa dampak positif pada efisiensi kelembagaan. "Draf juga mencatat otomatisasi berbasis AI memungkinkan organisasi bisa melakukan efisiensi luar biasa serta mengurangi biaya operasional," demikian isi draf tersebut.