TREN.BISNISMARKET.COM - Perlombaan pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) global dilaporkan mengalami pergeseran signifikan, dengan China disebut berhasil memanfaatkan jeda waktu yang tercipta. Hal ini terjadi menyusul adanya keputusan pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait model keluaran dari perusahaan AI Amerika, Anthropic.

Peluncuran model AI terbaru dari Anthropic, yang diberi nama Mythos, sempat mengalami penundaan yang cukup lama. Penundaan tersebut disebabkan oleh adanya arahan pengendalian ekspor yang diberlakukan oleh otoritas AS.

Meskipun pemerintah AS kemudian memberikan izin untuk peluncuran model Mythos 5, terdapat indikasi bahwa model unggulan lainnya, Fable 5, masih belum dirilis ke publik. Penundaan ini rupanya memberikan keuntungan strategis bagi pihak di China.

Perusahaan-perusahaan teknologi di China dilaporkan memanfaatkan momentum tersebut untuk segera mengisi kekosongan pasar yang ditinggalkan oleh produk AS. Mereka berupaya keras untuk mengejar ketertinggalan dalam kemampuan pengembangan AI mutakhir.

Salah satu hasil konkret dari upaya tersebut adalah model GLM 5.2, yang diklaim memiliki kinerja setara dengan laboratorium AI terkemuka dari Amerika Serikat. Bahkan, model tersebut disebut mampu menyaingi kemampuan yang dimiliki oleh Mythos.

Investor modal ventura terkemuka, Mars Andreesen, memberikan pandangannya mengenai perkembangan ini. "Banyak orang pintar/pakai AI mengatakan GLM-5.2 adalah model AI China pertama yang bisa menandingi dan mengalahkan model AI publik dari laboratorium besar Amerika tanpa kompromi," ujar Mars Andreesen, mengutip CNBC Internasional pada Rabu (1/7/2026).

Mars Andreesen juga mengaitkan momentum ini dengan situasi yang sedang berkembang saat ini. "Waktu yang tepat mengingat peristiwa yang terjadi sekarang," tambahnya.

Perkembangan ini menjadi sebuah catatan penting bagi para pengamat teknologi dan keamanan siber global. Sam Bresnick, seorang peneliti di Pusat Keamanan dan Teknologi Baru Georgetown, menilai situasi ini sebagai sebuah peringatan yang patut dicermati.

Sementara itu, ahli strategi dari Jefferies, Christopher Wood, memberikan perbandingan mengenai keunggulan kompetitif model China. "GLM 2.5 hampir setara dengan Anthropic sebagai pesaing pasar korporat dan seperempat dari biaya per tokennya," kata Christopher Wood mengutip sejumlah sumber industri.