TREN.BISNISMARKET.COM - Sebuah surat terbuka yang ditandatangani oleh sejumlah raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) telah disampaikan kepada para pembuat undang-undang di negara tersebut. Surat ini berisi permohonan agar pemerintahan Donald Trump mempertimbangkan kembali potensi pembatasan terhadap model kecerdasan buatan (AI) sumber terbuka.

Permohonan ini muncul lantaran banyak perusahaan AS yang sangat bergantung pada model AI sumber terbuka, yang sebagian besar dikembangkan oleh entitas di China. Pembatasan yang prematur dikhawatirkan dapat menghambat persaingan yang sehat di pasar teknologi global.

Perusahaan teknologi terkemuka seperti Nvidia, Microsoft, Meta, dan IBM menjadi pihak yang menyampaikan keprihatinan ini. Mereka berargumen bahwa pembatasan menyeluruh dapat mendorong inovasi teknologi AI justru keluar dari Amerika Serikat.

Surat tersebut juga mengakui adanya kekhawatiran yang sah mengenai potensi pencurian teknologi. Namun, para perusahaan teknologi ini berpendapat bahwa isu tersebut dapat diatasi melalui kerangka hukum dan komersial yang ditargetkan, bukan dengan pendekatan pembatasan yang lebih luas.

Nvidia dan perusahaan teknologi besar lainnya juga menekankan risiko keamanan yang melekat pada model AI sumber tertutup. Mereka berpendapat bahwa mengandalkan sepenuhnya pada model tertutup dapat menciptakan kerentanan yang tidak terdeteksi oleh pihak luar.

"Model tersebut bisa dibobol, disalahgunakan atau gagal dengan cara tidak bisa dideteksi oleh pihak luar," tertulis dalam surat terbuka tersebut, dikutip dari Reuters, Senin (27/7/2026).

Sebaliknya, para perusahaan teknologi ini menyoroti keunggulan model AI sumber terbuka. "Model terbuka memungkinkan komunitas peneliti dan pengembang luas untuk memeriksa perilaku, mengidentifikasi kerentanan, mengembangkan pengamanan, dan memperbaikinya dari waktu ke waktu," lanjut surat terbuka itu.

Perdebatan mengenai penggunaan model AI sumber tertutup telah memanas dalam beberapa minggu terakhir. Para pemimpin bisnis di Silicon Valley dilaporkan merasa keberatan dengan tingginya biaya yang terkait dengan penggunaan model sumber tertutup.

Bahkan, CEO Microsoft dan Palantir Technologies telah menyatakan pandangan mereka bahwa penggunaan model AI sumber terbuka di dalam pusat data dapat membantu mengendalikan biaya pengembangan dan operasional AI secara signifikan.