TREN.BISNISMARKET.COM - Fenomena baru mulai terlihat di Amerika Serikat, di mana semakin banyak keluarga dengan pendapatan tinggi memutuskan untuk memindahkan anak-anak mereka dari sistem sekolah konvensional. Pergeseran ini didorong oleh keinginan untuk memberikan pendidikan yang lebih relevan dengan masa depan yang terus berubah.
Model pendidikan alternatif yang kini diminati menggabungkan kecerdasan buatan (AI) dengan metode pembelajaran berbasis proyek. Selain itu, penekanan kuat diberikan pada pengembangan keterampilan hidup esensial, seperti negosiasi, berbicara di depan umum, dan kewirausahaan.
Salah satu orang tua yang mengambil langkah ini adalah Ankur Jain, seorang presiden hedge fund yang berbasis di New Jersey. Meskipun anaknya yang berusia 11 tahun berprestasi di sekolah negeri, Jain memilih untuk mendaftarkannya ke Forge Prep.
Sekolah baru ini dirancang untuk melatih siswa dalam memecahkan masalah dunia nyata, merancang produk, hingga membangun perusahaan sejak usia dini. Jain meyakini keterampilan seperti negosiasi dan public speaking, yang ia kuasai di usia dewasa, seharusnya diajarkan lebih awal.
"Masa depan sedang berubah. Kalau kita masih mengajar anak-anak dengan cara yang sama seperti 60, 70, atau 80 tahun lalu, bagaimana kita mempersiapkan mereka?" ujar Jain, dikutip dari The Wall Street Journal.
Perubahan ini mencerminkan kekhawatiran orang tua kaya mengenai dampak kecerdasan buatan terhadap pasar tenaga kerja. Mereka mulai mempertanyakan relevansi kurikulum tradisional dalam mempersiapkan generasi mendatang.
Sekolah-sekolah alternatif ini cenderung mengutamakan praktik daripada hafalan akademis, dengan peran guru bergeser menjadi "guide" atau "coach". Beberapa bahkan memanfaatkan tutor AI yang dapat menyesuaikan materi pembelajaran secara personal.
Alpha School di Austin, Texas, menjadi salah satu contoh sekolah yang mendapat perhatian, menggabungkan dua jam pembelajaran AI harian dengan lokakarya berbasis proyek. Biaya sekolahnya pun fantastis, mencapai US$75.000 per tahun di San Francisco, sekitar Rp1,3 miliar.
Shaun Johnson, seorang investor modal ventura, memilih Alpha School untuk anaknya karena ketidakpuasannya terhadap sekolah negeri. Ia berpendapat bahwa sistem pendidikan saat ini perlu direvisi mengingat perubahan drastis yang akan dibawa oleh AI.