TREN.BISNISMARKET.COM - Di tengah gejolak ekonomi global yang diprediksi melanda pada tahun 2026, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) menemukan sumber pertumbuhan bisnis yang kokoh dalam sektor penjualan mobil bekas serta lelang mobil dan motor.

Posisi ini diambil oleh Armeza Farhansyah, CEO PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), yang melihat peluang di segmen kendaraan roda dua dan empat bekas. Bisnis ini menjadi andalan perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.

Industri otomotif secara umum tengah mencermati dengan seksama bagaimana kenaikan suku bunga acuan bank sentral akan memengaruhi daya beli masyarakat. Hal ini juga berkaitan erat dengan daya tarik konsumen untuk kembali membeli kendaraan baru, baik motor maupun mobil.

Menariknya, bagi Autopedia Sukses Lestari sendiri, kenaikan suku bunga acuan tidak secara langsung membebani perusahaan. Hal ini dikarenakan Autopedia tidak memiliki utang yang signifikan.

Namun demikian, kondisi pasar secara keseluruhan dan volume penjualan diprediksi akan merasakan imbasnya. Kenaikan suku bunga acuan berpotensi mengerem laju pembelian kendaraan baru, yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi pasar otomotif secara luas.

"Bagi perusahaan sendiri tidak terpengaruh karena tidak memiliki utang," ujar Armeza Farhansyah mengenai dampak suku bunga tinggi terhadap finansial internal Autopedia.

Dilanjutkan oleh Armeza, "namun hal ini akan mempengaruhi kondisi pasar dan penjualan." Pernyataan ini menggarisbawahi kesadaran perusahaan akan dinamika pasar yang lebih luas.

Pemirsa dapat menyimak secara rinci bagaimana dampak kenaikan suku bunga tinggi terhadap bisnis Autopedia Sukses Lestari pada tahun 2026. Pembahasan mendalam ini tersaji dalam dialog eksklusif.

Seluruh pembahasan ini tertuang dalam segmen AutoBizz CNBC Indonesia. Wawancara ini dilaksanakan pada hari Selasa, 07 Juli 2026.