TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan menunjukkan optimisme tinggi terhadap prospek pertumbuhan kredit perbankan sepanjang tahun ini. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan kredit dapat mencapai kisaran 14 hingga 15 persen.
Optimisme ini muncul setelah pemerintah mengambil langkah strategis untuk memastikan kecukupan likuiditas di sektor perbankan nasional. Langkah ini diambil untuk mendorong kembali mesin pertumbuhan ekonomi yang sempat melambat.
Kepastian likuiditas tersebut akan dijamin melalui penempatan dana pemerintah yang menganggur selama ini. Dana tersebut akan dialihkan dari Bank Indonesia (BI) dan disalurkan langsung ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Total dana yang akan diguyur ke Himbara untuk memperkuat likuiditas perbankan mencapai nominal fantastis, yaitu sebesar Rp 400 triliun. Penempatan dana ini bertujuan menjaga stabilitas sistem keuangan hingga akhir tahun.
Dengan likuiditas yang lebih memadai, sektor perbankan diharapkan memiliki ruang gerak yang lebih besar dalam menyalurkan kredit kepada berbagai sektor usaha. Ini merupakan kunci utama untuk menggerakkan roda perekonomian.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan langsung dari Presiden RI. Tujuannya adalah menghilangkan segala hambatan yang berpotensi mengganggu laju pertumbuhan ekonomi.
"Jadi akan cukup likuiditas di sektor perbankan kita. Jadi harusnya bunga di pasar akan turun. Ekonomi siap lari lagi," ujar Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Penambahan suntikan likuiditas ini diyakini akan meningkatkan kepercayaan para pelaku usaha. Hal ini diharapkan dapat memicu peningkatan investasi yang pada akhirnya mendukung penguatan ekonomi nasional secara keseluruhan.
"Pak Presiden ingin ekonominya tetap jalan, semua gangguan dihilangkan. Kalau kita balikan perspektif ekonomi, ekonomi akan lari lagi. Orang cenderung investasi di negara yang ekonominya akan lari," jelas Menkeu Purbaya.