TREN.BISNISMARKET.COM - Badai dahsyat bernama Topan Bavi dilaporkan bergerak mendekati gugusan Kepulauan Sakishima di barat daya Jepang, memicu kewaspadaan tinggi di wilayah tersebut. Otoritas setempat telah mengeluarkan peringatan serius mengenai potensi angin kencang yang merusak, hujan lebat, banjir, hingga ancaman tanah longsor.
Kondisi ini diperkirakan menjadikan Topan Bavi sebagai salah satu badai paling destruktif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data dari badan meteorologi Jepang, pergerakan topan sangat dekat dengan Kepulauan Sakishima, yang terletak di Prefektur Okinawa dekat Taiwan, diperkirakan terjadi pada Sabtu pagi waktu setempat. Kecepatan angin berkelanjutan maksimum saat itu tercatat mencapai sekitar 162 kilometer per jam.
Menghadapi ancaman ini, warga di Pulau Ishigaki telah mengambil langkah antisipatif. Mereka mulai memperkuat rumah dan tempat usaha dengan menutup jendela menggunakan pelindung khusus serta memasang jaring penahan angin. Aktivitas masyarakat juga mengalami penyesuaian, dengan penutupan sejumlah pantai, taman pesisir, dan terminal feri.
Di Filipina, yang berbatasan dengan Indonesia, bencana longsor dilaporkan terjadi di Pulau Mindanao. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras akibat sistem angin musim barat daya yang diperkuat oleh keberadaan Topan Bavi.
Peristiwa di Filipina ini menjadi indikasi bahwa dampak Topan Bavi mulai mendekat ke wilayah Indonesia. Seorang pejabat penanggulangan bencana setempat mengonfirmasi bahwa sedikitnya 10 orang meninggal dunia akibat bencana longsor tersebut.
Sektor transportasi udara juga tidak luput dari dampak, tercatat maskapai Japan Airlines membatalkan lebih dari 100 penerbangan pada Jumat dan Sabtu, memengaruhi hampir 20.000 penumpang. All Nippon Airways menyusul dengan menghentikan lebih dari 160 penerbangan hingga Minggu, menambah jumlah penumpang yang perjalanannya terganggu menjadi sekitar 20.000 orang lainnya. Selain itu, hampir 900 bangunan di Prefektur Okinawa dilaporkan mengalami pemadaman listrik.
Kekhawatiran juga dirasakan oleh warga lokal. Hiroshi Nomura, pemilik usaha penyewaan sepeda di Ishigaki, menyatakan terus memperkuat tokonya menjelang kedatangan badai. "Saya dengar topan kali ini akan cukup besar. Saya sedikit khawatir apakah persiapan kami menghadapi topan ini sudah cukup," katanya, dikutip dari Channel News Asia.
Warga lainnya, Eiken Ishigaki, memilih untuk membeli persediaan makanan ringan dan minuman. Ia mengantisipasi kemungkinan pemadaman listrik dan harus bertahan di rumah selama badai berlangsung.
Sementara itu, wisatawan asal Prefektur Ibaraki, Kazuo Akaishi, terpaksa memperpanjang masa tinggalnya di Ishigaki. Hal ini terjadi setelah seluruh layanan feri menuju pulau lain dibatalkan akibat cuaca buruk. "Saya belum pernah mengalami topan yang menghantam langsung seperti ini. Saya pernah berada di sini saat topan melintas di dekat wilayah ini, tetapi tidak pernah separah ini," ujarnya.