TREN.BISNISMARKET.COM - Perdagangan di kawasan Asia-Pasifik pada awal sesi Jumat (26/6/2026) menunjukkan tren pelemahan secara umum yang cukup signifikan. Sentimen negatif ini tampak mewarnai pergerakan pasar regional di tengah aksi jual yang terjadi pada saham-saham teknologi.
Indeks Kospi Korea Selatan menjadi yang paling tertekan pada pagi itu, mencatatkan penurunan tajam hingga mencapai 1,44%. Sementara itu, indeks Kosdaq yang fokus pada saham berkapitalisasi kecil juga ikut terseret, ambles lebih dari 1%.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 menunjukkan pelemahan sebesar 0,88% pada saat pembukaan perdagangan. Berbeda dengan Nikkei, indeks Topix menunjukkan pergerakan yang cenderung stagnan.
Sementara itu, pasar Australia menunjukkan sedikit perlawanan terhadap tren pelemahan regional tersebut. Indeks acuan S&P/ASX 200 berhasil mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,17% di sesi pagi.
Di Hong Kong, indeks berjangka Hang Seng terpantau berada di level 23.005, sedikit di bawah posisi penutupan sebelumnya yang berada di angka 23.076,91. Hal ini mengindikasikan adanya tekanan jual yang berlanjut.
Di pasar Amerika Serikat, pergerakan kontrak berjangka menunjukkan sinyal yang beragam pada awal perdagangan. Kontrak berjangka S&P 500 bergerak mendekati level datar, sementara Nasdaq 100 juga menunjukkan stabilitas relatif.
Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average justru menunjukkan sedikit optimisme dengan kenaikan 45 poin, atau sekitar 0,1%, berbeda dengan sentimen negatif yang mendominasi bursa Asia.
Tekanan jual pada saham teknologi telah berlangsung sejak Kamis, ketika Nasdaq Composite ditutup melemah 0,46%, menandai penurunan empat hari berturut-turut pertama kalinya sejak Februari. Pada hari yang sama, S&P 500 hanya turun tipis 0,01%.
Pergerakan di Wall Street pada hari Kamis menunjukkan rotasi sektor, di mana saham kesehatan, keuangan, dan industri mampu mendorong indeks blue-chip Dow naik 71,72 poin atau 0,14%.