TREN.BISNISMARKET.COM - Startup aplikasi belanja cerdas Phia, yang didirikan oleh Phoebe Gates, putri pendiri Microsoft Bill Gates, kini tengah menjadi sorotan akibat dugaan praktik penipuan komisi. Modus yang digunakan diduga melibatkan teknik tersembunyi yang dikenal sebagai "cookie stuffing" dalam dunia pemasaran digital.
Aplikasi Phia diluncurkan pada awal musim semi 2025 dengan janji sebagai asisten belanja pintar. Melalui ekstensi peramban, Phia menawarkan kemudahan menemukan harga terbaik, kode diskon, dan penawaran menarik dari berbagai toko online. Pendapatan aplikasi ini bersumber dari sistem kemitraan afiliasi, di mana Phia mendapatkan bagian keuntungan dari setiap pembelian yang dilakukan melalui tautan yang disediakan.
Namun, sebuah riset independen mengungkap adanya praktik yang meragukan di balik layanan yang ditawarkan. Laporan dari peneliti Ben Edelman, bersama dengan media Bloomberg dan layanan perbandingan belanja Capital One Shopping, menyoroti penggunaan taktik "cookie stuffing" oleh Phia.
Teknik "cookie stuffing" bekerja secara otomatis di latar belakang saat pengguna membuka situs toko online mana pun. Phia diduga menyisipkan kode tautan afiliasinya sendiri, menggantikan atau menempelkan kode tersebut tanpa sepengetahuan pengguna. Akibatnya, setiap transaksi yang terjadi akan tercatat seolah-olah berasal dari Phia.
Hal ini menyebabkan komisi penjualan yang seharusnya diterima oleh situs atau platform yang benar-benar mengarahkan pembeli malah masuk ke kantong Phia. Mekanisme rahasia ini bahkan telah terekam berjalan aktif di perangkat iOS sejak fitur baru diluncurkan pada Desember 2025, menurut bukti yang dirilis oleh Edelman.
Menanggapi laporan yang beredar luas, pihak pengelola Phia segera memberikan klarifikasi. Melalui pernyataan resmi kepada Bloomberg, juru bicara perusahaan membantah adanya niat curang. Mereka mengklaim bahwa kejadian tersebut merupakan akibat dari kesalahan teknis atau kerusakan pada sistem pemrograman terbaru mereka.
"Kami baru menyadari adanya ketidaktepatan pencatatan data pada sebagian pengguna dalam pembaruan terakhir. Begitu diketahui, tim kami langsung bekerja sepanjang malam untuk memperbaikinya, dan masalah ini sudah terselesaikan," ujar perwakilan Phia.
Meskipun Phia telah menyatakan perbaikan sistem, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredakan keraguan. Jaringan mitra dagang seperti Impact.com mengambil langkah tegas dengan menangguhkan kerja sama dan akun Phia. Keputusan ini diambil karena Phia dianggap melanggar aturan dasar transparansi dan keadilan dalam industri afiliasi.
Kasus ini menarik perhatian khusus mengingat latar belakang pendiri Phia. Phoebe Gates, anak dari pendiri Microsoft Bill Gates, memulai startup ini bersama aktivis Sophia Kianni. Phia sendiri telah diunduh lebih dari 1,2 juta kali dan berhasil mendapatkan pendanaan senilai puluhan juta dolar AS sejak awal beroperasi.