TREN.BISNISMARKET.COM - Apple dikabarkan tengah meningkatkan upayanya untuk mencegah kebocoran informasi rahasia perusahaan ke OpenAI. Langkah ini mencakup gugatan hukum dan pengiriman surat peringatan kepada puluhan mantan karyawan Apple yang kini bekerja di OpenAI.

Minggu lalu, raksasa teknologi ini secara resmi mengajukan gugatan. Gugatan tersebut menuding OpenAI dan dua mantan karyawan Apple yang kini bergabung dengan perusahaan kecerdasan buatan tersebut atas dugaan pencurian rahasia dagang.

Raia-rahasia yang diduga dicuri berkaitan dengan proses manufaktur dan produk Apple yang masih dalam tahap pengembangan. Hal ini menjadi inti dari klaim Apple dalam gugatan mereka.

Salah satu individu yang disebut dalam gugatan adalah Tang Tang, yang kini menjabat sebagai Kepala Bagian Perangkat Keras di OpenAI. Sebelumnya, Tang Tang pernah memegang posisi wakil presiden di Apple dan diduga mengarahkan mantan rekan kerjanya yang sedang dalam proses rekrutmen untuk OpenAI agar membagikan informasi rahasia.

"Dia mengarahkan para kandidat pekerjaan yang masih bekerja untuk Apple membawa bagian-bagian asli dari Apple ke dalam wawancara untuk sesi pameran dan penjelasan, yakni saat dia dan timnya di OpenAI menggali lebih banyak informasi rahasia Apple," demikian isi gugatan tersebut.

Terdakwa lain dalam kasus ini adalah Chang Liu, yang sebelumnya bekerja di divisi sistem kelistrikan Apple. Chang Liu diduga menyimpan laptop perusahaan setelah meninggalkan Apple dan kini bekerja untuk OpenAI.

Pihak OpenAI sendiri telah memberikan pernyataan terkait gugatan ini. Mereka menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki ketertarikan pada rahasia dagang perusahaan lain.

CEO OpenAI, Sam Altman, juga sempat mengunggah pernyataan di akun X miliknya. Dalam unggahannya, Altman menyatakan bahwa dirinya tidak gentar menghadapi langkah hukum dari Apple.

Tak lama setelah gugatan diajukan, Apple dilaporkan mengambil langkah proaktif lainnya. Financial Times mengutip sumber melaporkan bahwa Apple telah mengirimkan surat peringatan kepada sekitar 40 mantan karyawan yang kini bekerja untuk OpenAI.