TREN.BISNISMARKET.COM - Bank Indonesia (BI) secara resmi mengumumkan kebijakan insentif baru yang bertujuan untuk mendorong penggunaan transaksi dalam mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT) antarnegara mitra. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperluas diversifikasi transaksi valuta asing (valas) dan mengurangi dominasi dolar Amerika Serikat dalam perdagangan internasional.
Adapun, insentif yang ditawarkan oleh Bank Indonesia mencakup peningkatan premi sebesar 10% untuk transaksi Swap Beli Lindung Nilai kepada BI. Selain itu, terdapat pula pengurangan premi sebesar 10% untuk DNDF Jual Lindung Nilai.
Pemberian insentif ini merupakan bagian dari upaya BI untuk meningkatkan aliran masuk modal asing ke dalam negeri. Hal ini akan dicapai melalui instrumen operasi moneter yang spesifik, yaitu Swap Jual Lindung Nilai untuk investasi portofolio Bank Indonesia dan DNDF Jual Lindung Nilai untuk investasi portofolio Bank Indonesia.
"Ini tidak hanya akan mendorong penggunaan LCT, tetapi juga memanfaatkannya bagi pasar valas dalam negeri," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo pada Selasa, 22 Juli 2026.
Penjelasan lebih lanjut dari Bank Indonesia menegaskan bahwa insentif ini dirancang untuk mendukung peningkatan Local Currency Transaction (LCT) dengan negara-negara mitra. Tujuannya adalah melalui pemanfaatan instrumen operasi moneter seperti Swap Beli Lindung Nilai Bank Indonesia dan DNDF Jual Lindung Nilai Bank Indonesia.
"Pemberian insentif berupa peningkatan premi sebesar 10% untuk transaksi Swap beli lindung nilai Bank Indonesia dan penurunan premi sebesar 10% untuk DNDF jual lindung nilai Bank Indonesia juga bertujuan untuk meningkatkan pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA)," demikian tertulis dalam penjelasan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI.
Perluasan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas negara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penguatan stabilitas makroekonomi nasional.
Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan untuk memitigasi berbagai risiko volatilitas nilai tukar yang kerap kali bersumber dari dinamika ekonomi global yang tidak pasti.
Dikutip dari CNBC Indonesia, kebijakan ini menunjukkan komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat posisi ekonomi Indonesia di kancah internasional.