TREN.BISNISMARKET.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) telah memulai langkah penting dalam pemetaan perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Inisiatif ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih mendalam dan komprehensif mengenai kondisi ekonomi di wilayah tersebut.

Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menyatakan bahwa posisi DIY sangat sentral dalam peta perekonomian nasional. Hal ini disebabkan oleh keunggulan daerah tersebut tidak hanya dalam sektor pendidikan dan kebudayaan, tetapi juga ditunjang oleh daya tahan ekonomi yang kuat.

"Kalau kita lihat pendidikan ini luar biasa perannya dalam membangun bangsa, baik membangun manusia maupun ekonomi, sehingga setelah sensus selesai, kami akan mampu menghitung kontribusi sektor pendidikan terhadap perekonomian di DIY," kata Sonny Harry Budiutomo Harmadi saat acara pencanangan SE2026 di Teras Malioboro 1, Yogyakarta, pada Kamis (18/6).

DIY dikenal luas sebagai Kota Pelajar, menarik mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia untuk menimba ilmu di berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan yang ada. Keberadaan institusi pendidikan ini turut menghasilkan sumber daya manusia berkualitas serta memicu berbagai aktivitas ekonomi pendukung.

Keunggulan sektor pendidikan tersebut tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DIY yang menempati peringkat kedua tertinggi di Indonesia. Sonny menambahkan bahwa kondisi ini menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu fondasi utama dalam pembangunan daerah.

"Selain dikenal sebagai Kota Pelajar, DIY juga merupakan pusat kebudayaan yang memiliki kekayaan warisan budaya adiluhung," tambah Sonny. Hal ini diperkuat dengan catatan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) DIY yang mencapai nilai tertinggi di Indonesia pada tahun 2024, yaitu 71,04.

Di tengah gejolak ekonomi global, ekonomi DIY menunjukkan resiliensi signifikan dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,49 persen sepanjang tahun 2025, menjadikannya yang tertinggi di Pulau Jawa. Ketangguhan ini ditopang oleh berbagai sektor, termasuk pariwisata, budaya, perdagangan, dan UMKM.

Melalui SE2026, BPS berjanji menghadirkan data ekonomi yang mutakhir, terintegrasi, dan lengkap sebagai landasan penting bagi perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih akurat dan tepat sasaran.

Dalam rangka mendukung sensus di wilayah DIY, BPS telah mengerahkan sebanyak 4.082 petugas yang akan mendata sekitar 606 ribu pelaku usaha yang tersebar di seluruh daerah.