TREN.BISNISMARKET.COM - Beijing, Ibu Kota China, menjadi saksi peluncuran teknologi pertahanan terbaru dalam Defence Information Equipment & Technology Exhibition 2026 yang berlangsung selama tiga hari dan dibuka pada Selasa lalu. Pameran ini menampilkan inovasi signifikan dari Harbin Xinguang Optic-Electronics Technology, perusahaan pertahanan terkemuka di negara tersebut.
Prototipe yang menjadi sorotan utama adalah seri senjata laser portabel anti-drone Lijian, khususnya model Lijian II dan Lijian III. Senjata ini dirancang agar dapat dibawa dan dioperasikan oleh satu atau dua orang prajurit menggunakan ransel, berbeda dengan sistem anti-drone konvensional yang berukuran besar.
Kedua model portabel ini terdiri dari tiga komponen utama yang ringkas, yaitu pemancar laser, sistem pendingin udara, dan terminal kendali genggam. Komponen-komponen tersebut dirancang agar mudah dibongkar pasang dan dimasukkan ke dalam tas ransel untuk mobilitas maksimal di lapangan.
Dari segi bobot, Lijian II memiliki berat total sekitar 30 kilogram, sementara Lijian III sedikit lebih ringan dengan bobot 25 kilogram. Fleksibilitas operasional ditingkatkan dengan sudut elevasi lebih dari 90 derajat, memungkinkan penargetan drone di berbagai posisi dengan lebih leluasa.
Meskipun menawarkan portabilitas tinggi, jangkauan efektif Lijian II dan Lijian III terbatas pada jarak sekitar 500 meter. Jarak ini masih lebih pendek dibandingkan dengan sistem anti-drone tetap mereka, Lijian-10G, yang diklaim mampu menjangkau target hingga 1.200 meter.
Zhao Yao, promotor produk dari perusahaan pengembang, menjelaskan detail teknis perangkat tersebut kepada media yang hadir. "Peralatan anti-drone portabel kami berukuran kecil, dengan pemancar berbobot 15 kilogram dan sistem pendingin udara berbobot 10 kilogram," kata Zhao Yao, dikutip dari South China Morning Post, Senin (22/6/2026).
Zhao Yao lebih lanjut menekankan aspek kemudahan penggunaan di garis depan pertempuran. "Secara teori, perangkat ini dapat dibawa dan digunakan di medan perang hanya oleh satu atau dua orang menggunakan ransel. Perangkat untuk prajurit individu ini lebih mudah dioperasikan serta dapat dikerahkan dan ditarik kembali dengan cepat," lanjutnya.
Konsumsi daya sistem Lijian diperkirakan sekitar 2 kilowatt, dan teknologi intinya diklaim telah matang pada tahun 2023, seiring dengan perubahan paradigma peperangan akibat dampak perang di Ukraina. Menurut Zhao, Lijian III memiliki kemampuan destruktif yang cepat, mampu melumpuhkan satu drone dalam waktu empat detik, dengan jeda pendinginan kurang dari lima detik sebelum menembak lagi.
Meskipun ukurannya ringkas, investasi untuk memiliki senjata ini cukup signifikan; setiap unit dibanderol sekitar 2 juta yuan, atau setara dengan kurang lebih Rp 5,3 miliar. Perangkat ini juga dilengkapi dengan kecerdasan buatan (AI) untuk otomatisasi identifikasi target, serta kemampuan integrasi dengan radar eksternal untuk meningkatkan efektivitas operasionalnya.