TREN.BISNISMARKET.COM - Kecerdasan buatan (AI) kini telah merambah hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk dalam ranah media sosial. Fenomena ini mulai menjadi perhatian serius seiring dengan meningkatnya penggunaan AI dalam pembuatan konten yang diunggah pengguna.

Sebuah studi mendalam yang dilakukan oleh Pangram, seperti dilaporkan oleh 404 Media, mengungkap sejauh mana penetrasi AI dalam konten digital. Penelitian ini menggunakan ekstensi Chrome untuk mengumpulkan sampel data dari sekitar satu juta unggahan dalam periode dua bulan.

Pengumpulan data dilakukan di berbagai platform media sosial populer, mencakup LinkedIn, X (sebelumnya Twitter), Reddit, Substack, dan Medium. Analisis ini bertujuan untuk memetakan sejauh mana konten yang sepenuhnya atau sebagian dihasilkan oleh teknologi AI.

Temuan mengejutkan datang dari platform profesional LinkedIn. Studi tersebut menemukan bahwa sebanyak 41% tulisan yang diunggah di LinkedIn sepenuhnya dihasilkan oleh AI. Angka ini menunjukkan dominasi AI dalam menciptakan konten di lingkungan profesional, dikutip dari AI Weekly.

Platform media sosial X juga menunjukkan tren serupa, meskipun dengan skala yang sedikit berbeda. Ditemukan bahwa 25% unggahan di X sepenuhnya dibuat oleh AI, sementara 23% lainnya merupakan konten yang dibantu oleh teknologi AI.

Sementara itu, platform berbagi konten seperti Reddit dan Substack mencatat angka yang lebih rendah, namun tetap signifikan. Untuk konten berdurasi panjang, sekitar 10% dihasilkan sepenuhnya oleh AI di kedua platform tersebut.

Laporan tersebut juga menyoroti perbedaan pendekatan platform dalam mengelola konten AI. LinkedIn dikabarkan memiliki alat bantu penulisan AI yang terintegrasi, memfasilitasi penggunanya untuk memanfaatkan teknologi ini.

Sebaliknya, Reddit justru mengambil langkah yang berbeda dengan meluncurkan kampanye yang secara tegas menekankan dan mempromosikan konten yang dibuat oleh pengguna manusia. Hal ini menunjukkan adanya upaya untuk menjaga otentisitas dan interaksi antarmanusia di platformnya.

Namun, studi ini juga memberikan catatan penting mengenai keterbatasan metodologi yang digunakan. "Angka-angka yang disajikan mungkin merupakan batas bawah dari penggunaan AI," demikian catatan penelitian tersebut, karena sampel pengguna yang menggunakan ekstensi pendeteksi AI tidak dapat dianggap sebagai representasi acak dari seluruh pengguna internet.