TREN.BISNISMARKET.COM - Tim eSports ternama asal Meksiko, LYON, berhasil mengukir sejarah baru dengan menjuarai turnamen Esports World Cup (EWC) 2026 Free Fire. Gelaran akbar yang memperebutkan total hadiah USD1 juta atau setara Rp17,9 miliar ini, diselenggarakan di Paris, Prancis.

Acara puncak EWC 2026 Free Fire ini juga menandai berakhirnya dominasi tim-tim Asia dalam kompetisi tersebut. Tiga tim perwakilan Indonesia yang berlaga, yakni RRQ Kazu, EVOS Divine, dan Bigetron by Vitality, harus mengubur impian untuk meraih gelar juara.

LYON memastikan gelar juara dunia mereka setelah berhasil meraih Booyah pada game ketujuh dalam format Champion Rush. Dengan total perolehan 155 poin, LYON menjadi tim pertama dari Meksiko yang berhasil meraih gelar juara dunia Free Fire di ajang EWC.

Sebelumnya, gelar juara EWC Free Fire diraih oleh Team Falcons asal Thailand pada edisi 2024, diikuti oleh EVOS Divine dari Indonesia pada tahun 2025. Kemenangan LYON kali ini memutus rekor juara dari benua Asia.

"LYON menutup pertandingan dengan total 155 poin, sekaligus menjadi tim pertama asal Meksiko yang menjadi juara dunia Free Fire di kompetisi EWC," demikian laporan artikel asli.

Dalam gelaran ini, LYON berhak atas hadiah terbesar senilai USD300 ribu atau sekitar Rp5,3 miliar. Sementara itu, wakil Indonesia juga membawa pulang hadiah yang tidak sedikit.

"RRQ Kazu membawa pulang USD26 ribu atau Rp467 juta, EVOS Divine mendapatkan USD22 ribu atau Rp395 juta, dan Bigetron by Vitality menerima hadiah USD11 ribu atau Rp197 juta," jelas artikel asli.

Perjalanan LYON menuju tangga juara tidaklah mudah. Mereka sempat gagal lolos langsung dari fase grup dan harus berjuang keras di Survival Stage.

"Sebelum merengkuh gelar juara EWC 2026 Free Fire, LYON sebenarnya sempat gagal lolos langsung dari fase grup dan harus melanjutkan perjuangannya melalui Survival Stage. Barulah di fase tersebut, LYON mulai menunjukkan performa terbaiknya," demikian disebutkan dalam sumber berita.