TREN.BISNISMARKET.COM - Kebijakan pembatasan ekspor teknologi canggih yang terus dilancarkan oleh pemerintahan Donald Trump di Amerika Serikat kini mulai menimbulkan friksi dengan negara-negara sekutunya. Pembatasan ini tidak hanya menargetkan ekspor langsung dari AS ke Tiongkok, namun dampaknya meluas hingga memengaruhi operasi bisnis perusahaan-perusahaan sekutu.
Salah satu negara yang merasakan dampak signifikan dari kebijakan ini adalah Belanda, yang merupakan basis dari ASML, raksasa produsen peralatan pembuat chip tercanggih dunia. Pemerintah Belanda dikabarkan sedang gencar melobi Washington agar tidak memperluas cakupan kontrol ekspor peralatan chip ke pasar Tiongkok.
Perluasan pembatasan ekspor tersebut dikhawatirkan akan secara langsung menghambat kemampuan ASML untuk menjual produk-produk krusial mereka kepada pelanggan di Tiongkok. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat Tiongkok merupakan pasar yang sangat vital bagi pertumbuhan bisnis perusahaan tersebut.
Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Belanda, Sjoerd Sjoerdsma, melaksanakan pertemuan penting di Washington pada Selasa (23/6) waktu setempat. Dalam agenda tersebut, ia bertemu dengan Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, serta sejumlah anggota parlemen AS di ibu kota negara tersebut.
Pertemuan ini berlangsung di tengah perdebatan serius di Kongres AS mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) yang dikenal sebagai MATCH Act. RUU tersebut bertujuan untuk melarang perusahaan-perusahaan pembuat chip asal Tiongkok mengakses peralatan manufaktur chip canggih dari Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya.
Sjoerdsma menyampaikan kekhawatiran mendalam negaranya terkait potensi dampak dari RUU tersebut dalam sebuah sesi wawancara pasca pertemuan. "Sungguh luar biasa bahwa saya datang ke sini untuk memaparkan secara garis besar kekhawatiran kami kepada Kongres," ujar Sjoerdsma dalam wawancara dengan Bloomberg.
Ia menekankan urgensi situasi bagi negaranya dan betapa pentingnya isu ini diangkat ke tingkat tertinggi di Washington. "Kami melakukannya karena kekhawatiran tersebut sangat signifikan dan karena taruhannya bagi Belanda bisa jadi sangat besar," ia menambahkan, Dikutip dari Taipei Times, Kamis (25/6/2026).
Pemerintah Belanda memiliki komitmen kuat untuk melindungi ASML yang merupakan perusahaan paling bernilai di Eropa dan berbasis di Veldhoven. Pasar Tiongkok menyumbang 19% dari total penjualan bersih sistem ASML pada Kuartal I tahun ini, angka ini menunjukkan penurunan signifikan dari 36% pada kuartal sebelumnya.
Salah satu poin yang paling mengkhawatirkan dalam RUU AS tersebut adalah rencana pembatasan terhadap seluruh lini mesin litografi DUV milik ASML. Langkah ini akan melengkapi kontrol yang sudah diterapkan sebelumnya terhadap mesin litografi EUV yang merupakan teknologi paling mutakhir dan memang belum pernah diizinkan diekspor ke Tiongkok.