TREN.BISNISMARKET.COM - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi hari ini menunjukkan pemulihan signifikan, memberikan sedikit ketenangan bagi para investor pasar modal di Indonesia. Kenaikan ini terjadi setelah indeks ditutup anjlok cukup dalam sebesar 3,56% pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Pada pembukaan sesi perdagangan, IHSG sempat terpantau berada di zona merah, namun kemudian berhasil berbalik arah dan melaju kencang, mencatatkan penguatan hingga melampaui level 1%. Seluruh sektor tercatat berhasil menempatkan diri di zona hijau, menandakan sentimen beli yang meluas.

Secara statistik, mayoritas saham menunjukkan kinerja positif hari itu, dengan 463 emiten berhasil menguat, sementara 153 emiten melemah, dan 343 saham lainnya bertahan stagnan. Volume transaksi juga terpantau cukup ramai, mencapai Rp3,02 triliun, melibatkan pertukaran 5,13 miliar saham melalui 400.300 kali transaksi.

Kapitalisasi pasar secara keseluruhan masih berada di bawah Rp11.000 triliun, tercatat tepatnya pada posisi Rp10.426 triliun saat IHSG bergerak positif. Penguatan ini terjadi secara luas di semua lini, dengan sektor energi memimpin kenaikan sebesar 1,57%, diikuti oleh sektor teknologi 1,19%, dan sektor consumer non-cyclicals sebesar 1,15%.

Motor utama yang mendorong penguatan indeks adalah saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar atau blue chip. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat sebagai kontributor terbesar, memberikan sumbangan poin sebanyak 7,02 poin terhadap pergerakan IHSG.

Selain BBCA, saham unggulan lainnya turut memberikan dukungan signifikan terhadap kenaikan indeks. Kontribusi positif juga datang dari PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) sebesar 5,83 poin, PT Astra International Tbk (ASII) dengan 4,79 poin, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang masing-masing menyumbang 4,78 poin dan 4,70 poin.

Meskipun demikian, terdapat beberapa saham yang bertindak sebagai penahan laju kenaikan indeks, meskipun pengaruhnya relatif terbatas. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi pemberat terbesar dengan kontribusi negatif mencapai 1,21 poin.

Dikutip dari Refinitiv, saham-saham lain yang turut menekan laju indeks antara lain PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) dengan kontribusi -1,13 poin, serta PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang menyumbang -0,79 poin. Beberapa saham lain yang juga memberikan tekanan adalah PT Bank Mega Tbk (MEGA) dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR).

Pergerakan IHSG memasuki perdagangan hari Kamis (25/6/2026) diperkirakan akan tetap dipengaruhi oleh sentimen hasil review dari MSCI. Keputusan MSCI yang mempertahankan status Indonesia dalam klasifikasi Emerging Market sangat meredakan kekhawatiran pasar terkait potensi keluarnya dana asing secara masif.