TREN.BISNISMARKET.COM - Keputusan mengenai status pasar modal Indonesia telah diumumkan menyusul tinjauan tahunan MSCI pada 23 Juni 2026 waktu setempat. Hasil tinjauan ini menegaskan bahwa Indonesia berhasil mempertahankan statusnya sebagai Emerging Market (EM).

Keputusan ini sekaligus menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk mengakselerasi berbagai agenda reformasi di sektor pasar modal nasional. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyikapi hasil peninjauan tersebut.

Pemerintah Indonesia menyambut baik hasil MSCI yang tidak mereklasifikasi Indonesia, bahkan tidak membuka konsultasi terkait potensi penurunan status menjadi Frontier Market pada peninjauan tahun ini. Keputusan ini menunjukkan fundamental ekonomi nasional dan aksesibilitas pasar Indonesia masih dinilai kuat oleh lembaga global.

Airlangga Hartarto menekankan bahwa pemerintah sangat menghargai setiap masukan yang diberikan oleh MSCI sebagai bagian integral dari upaya kolektif untuk meningkatkan kualitas pasar modal domestik.

"Fokus kami adalah memastikan setiap agenda reformasi tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi benar-benar diimplementasikan secara konsisten sehingga memberi dampak nyata terhadap transparansi, integritas pasar, dan kepercayaan investor," ujar Menko Airlangga dikutip dari rilis, Kamis (25/6/2026).

Pemerintah bersama otoritas terkait, termasuk OJK, BEI, KSEI, dan Bank Indonesia, telah menyatakan komitmen untuk membuktikan pelaksanaan reformasi secara nyata sebelum tinjauan berikutnya. Percepatan ini akan difokuskan pada penguatan pengawasan dan peningkatan keterbukaan informasi kepemilikan saham.

MSCI secara spesifik menyampaikan beberapa perhatian yang harus ditindaklanjuti oleh Indonesia, terutama mengenai transparansi struktur kepemilikan saham dan integritas dalam pembentukan harga pasar. Kekhawatiran investor global ini terkait langsung dengan pilar Information Flow dan Market Infrastructure MSCI.

Untuk mengatasi isu tersebut, Pemerintah akan mempercepat penyempurnaan tata kelola perusahaan tercatat, penguatan integritas perdagangan, serta penegakan hukum yang lebih efektif. Selain itu, komunikasi aktif dengan MSCI dan komunitas investor global akan terus dijaga agar kemajuan yang dicapai tercermin dalam penilaian.

Pemerintah juga akan terus mendorong pendalaman pasar keuangan guna meningkatkan likuiditas dan memperluas basis investor domestik sebagai pendukung utama reformasi jangka panjang ini. Langkah-langkah ini didukung oleh fundamental makroekonomi Indonesia yang tetap stabil, termasuk inflasi terkendali dan kondisi fiskal yang sehat.