TREN.BISNISMARKET.COM - Tragedi kembali menyelimuti proyek pembangunan pabrik mobil listrik BYD di Szeged, Hungaria, setelah seorang pekerja dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja. Insiden ini menjadi kasus kedua dalam beberapa bulan terakhir, sehingga semakin meningkatkan sorotan terhadap aspek keselamatan di lokasi konstruksi tersebut.

Peristiwa nahas terbaru ini terjadi pada 18 Juni, di mana upaya penyelamatan yang dilakukan tim medis tidak membuahkan hasil. Layanan Ambulans Nasional Hungaria mengonfirmasi bahwa pekerja tersebut dinyatakan meninggal dunia setelah tim medis berusaha melakukan resusitasi di tempat kejadian.

Pihak berwenang mengerahkan berbagai unit tanggap darurat, termasuk helikopter penyelamat, untuk merespons insiden serius ini. Upaya responsif tersebut menunjukkan tingkat keparahan kondisi yang dihadapi korban di lokasi proyek.

Media setempat memberitakan bahwa penyebab kematian pekerja tersebut diduga kuat karena tertabrak sebuah truk saat berada di area pembangunan pabrik. Kantor Pemerintah Kabupaten Csongrád-Csanád mengonfirmasi bahwa mereka sedang melakukan investigasi mendalam mengenai kronologi dan faktor penyebab kecelakaan ini.

"Pihak berwenang tengah menyelidiki penyebab dan kronologi insiden tersebut," Dikutip dari CNBC International, Sabtu (27/6/2026).

Sementara itu, BYD yang berkantor pusat di Shenzhen belum memberikan tanggapan resmi kepada CNBC International mengenai permintaan komentar terkait kematian pekerja tersebut. Sikap diam perusahaan ini menarik perhatian publik dan pemangku kepentingan.

Insiden ini terjadi berselang beberapa minggu setelah Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, membantah adanya tuduhan pelanggaran ketenagakerjaan di proyek tersebut. Stella Li sebelumnya juga menyatakan kesiapan BYD untuk diawasi oleh inspektur ketenagakerjaan.

"BYD terbuka terhadap pemeriksaan oleh inspektur ketenagakerjaan," kata Stella Li, Dikutip dari CNBC International.

Di sisi lain, AIM Construction Hungary Ltd., anak perusahaan kontraktor yang sebelumnya tersangkut skandal ketenagakerjaan di proyek BYD Brasil pada tahun 2024, telah dijatuhi denda substansial. Denda tersebut mencapai 34,5 juta forint atau sekitar US$110.350 akibat pelanggaran keselamatan kerja yang ditemukan.