TREN.BISNISMARKET.COM - Dana hasil penawaran umum perdana (IPO) PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) sebesar Rp127,72 miliar atau 63,86% masih belum tersentuh hingga kini. Perusahaan telah melantai di Bursa Efek Indonesia pada 18 Januari 2019, dengan harga penawaran Rp103 per saham.

Dari total dana IPO yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp206 miliar, baru sekitar Rp72,28 miliar atau 36% yang telah direalisasikan sesuai rencana awal. Sisanya, yang mencapai Rp127,72 miliar, masih ditempatkan di rekening giro Bank CIMB Niaga dengan bunga 1,5% sejak 14 Januari 2019.

Rencana penggunaan dana IPO yang belum terealisasi tersebut sebelumnya adalah untuk pemberian modal kerja kepada entitas anak, Quantum Strategic Investments Pte Ltd, senilai Rp120 miliar.

Dalam perkembangannya, emiten yang bergerak di bidang perhotelan ini, yang sebelumnya dikenal dengan nama Surya Permata Andalan, mengumumkan adanya perubahan pengendali baru. Perubahan ini terjadi seiring dengan adanya transaksi perubahan kepemilikan saham mayoritas yang diperkirakan selesai pada akhir tahun 2025.

PT Mercury Strategic Indonesia kini memegang kendali baru atas Surya Permata Andalan, menggantikan posisi PT Karunia Berkah Jayasejahtera. Perubahan ini didasarkan pada transaksi penjualan saham NATO yang terjadi pada 12 Desember 2025 di pasar negosiasi.

Transaksi tersebut melibatkan PT Karunia Berkah Jayasejahtera yang menjual sebanyak 2.150.000.000 lembar saham kepada PT Mercury Strategic Indonesia. Jumlah saham yang ditransaksikan ini setara dengan 26,871% dari total saham yang beredar.

Sebelumnya, manajemen NATO menjelaskan bahwa dana IPO yang masih mengendap di CIMB Niaga merupakan bagian dari sikap konservatif perusahaan dalam merealisasikan rencana pembangunan di sektor pariwisata. Hal ini diambil mengingat tren industri pariwisata yang masih lesu dan kondisi infrastruktur daerah tujuan yang belum memadai.

"Hal ini dilakukan guna memitigasi risiko rendahnya tingkat pengembalian investasi (ROI) yang tidak sejalan dengan target efisiensi perusahaan," demikian penjelasan manajemen NATO.

NATO sebelumnya merencanakan alokasi dana IPO Rp120 miliar untuk penyertaan modal kepada entitas anak, PT Nusantara Mandala Prima (NMP). NMP kemudian akan menyalurkan dana tersebut sebagai pinjaman kepada entitas anak lainnya, PT Mitra Graha Tangguhperkasa (MGT). Dana ini direncanakan untuk pembangunan Surfer Paradise Resort di Pulau Rote sebesar Rp60 miliar.