TREN.BISNISMARKET.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina terus memanas, memasuki fase baru dengan semakin dominannya penggunaan teknologi otonom di medan tempur. Dalam enam bulan terakhir, Ukraina secara signifikan meningkatkan pengerahan "pasukan otomatis" berupa drone darat tanpa awak.

Hal ini terjadi di tengah kondisi sumber daya pasukan Ukraina yang mulai terbatas untuk menjaga pertahanan. Penggunaan drone otonom menjadi solusi krusial dalam menghadapi tantangan di garis depan yang kian kompleks.

Pada bulan Juni 2026 saja, Ukraina melaporkan telah berhasil menjalankan lebih dari 16.000 misi menggunakan drone darat. Angka ini mengalami peningkatan drastis, hampir dua kali lipat dibandingkan dengan 7.511 misi yang tercatat pada Januari 2026.

"Mulai dari logistik hingga evakuasi medis, unit UGV (kendaraan darat tanpa awak) mengambil alih tugas-tugas paling berbahaya," ujar Menteri Pertahanan Ukraina, Mykhailo Fedorov, dalam sebuah unggahan di media sosial X saat mengumumkan data bulan Juni.

Peningkatan penggunaan kendaraan tempur otomatis ini terjadi secara bertahap namun signifikan. Tercatat 9.072 misi pada Maret 2026, meningkat menjadi 11.025 misi pada April, 14.509 pada Mei, dan puncaknya 16.676 misi pada Juni 2026.

Kementerian Pertahanan Ukraina mengkonfirmasi, "Jadi, Juni 2026, penggunaan drone otomatis meningkat 18,6% dibandingkan Mei, dan 122% dibandingkan Januari 2026."

Secara kumulatif, selama semester pertama tahun 2026, Ukraina telah melibatkan drone darat otomatis dalam lebih dari 66.300 misi. Jumlah ini mencakup berbagai fungsi vital, mulai dari logistik dan evakuasi medis, hingga menggantikan personel manusia di area paling berbahaya.

Beberapa drone darat Ukraina juga telah dimodifikasi untuk dilengkapi senjata ringan guna mendukung serangan atau mempertahankan posisi. Namun, prioritas utama dalam beberapa bulan terakhir adalah pengiriman pasokan penting bagi pasukan di garis depan.

Ancaman drone pengintai dan penyerang musuh yang beroperasi di belakang garis depan menciptakan "zona mematikan" yang dapat membentang hingga 50 kilometer ke wilayah yang dikuasai Ukraina. Area ini sangat berbahaya bagi personel maupun kendaraan lapis baja karena risiko terdeteksi dan diserang sangat tinggi.