TREN.BISNISMARKET.COM - Google baru-baru ini merilis temuan menarik mengenai penggunaan Gemini AI di kawasan Asia Tenggara, yang diungkapkan dalam Gemini Report: Southeast Asia 2026. Laporan ini menyoroti geliat adopsi platform kecerdasan buatan tersebut di berbagai negara.

Secara global, Gemini AI telah mengumpulkan sekitar 900 juta pengguna aktif yang tersebar di 230 negara, menjadikannya salah satu platform AI dengan jangkauan terluas saat ini. Pertumbuhan pengguna di Asia Tenggara dilaporkan sangat pesat, melampaui platform AI lainnya.

"Kami melihat tingginya antusiasme pengguna aktif aplikasi Gemini AI, di mana pengguna aktif di Asia Tenggara meningkat lebih dari dua kali lipat selama 12 bulan terakhir," ujar Sapna Chadha, Vice President Southeast Asia and South Asia Frontier Google. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara yang digelar di Singapura pada Selasa, 14 Juli 2026.

Fenomena penggunaan bahasa lokal dalam interaksi dengan Gemini AI juga menjadi sorotan. Tercatat bahwa 7 dari 10 permintaan atau prompt yang diajukan oleh pengguna di Asia Tenggara kini menggunakan bahasa daerah mereka, seperti Bahasa Thailand, Vietnam, hingga Bahasa Indonesia.

Di antara pengguna di Asia Tenggara, Indonesia menunjukkan pola pemanfaatan Gemini AI yang cukup unik. Negara ini dinobatkan sebagai pengguna paling rajin dalam meminta Gemini AI untuk menghasilkan gambar.

"Setiap hari, Gemini AI menghasilkan 9 juta gambar untuk mewujudkan ide-ide pengguna di Indonesia. Angka ini merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara," tambah Sapna Chadha. Jumlah ini menunjukkan betapa kreatifnya warga Indonesia dalam memanfaatkan teknologi AI untuk visualisasi ide.

Lebih lanjut, data menunjukkan bahwa mayoritas pengguna di Indonesia, tepatnya 82 persen, mengakses Gemini AI melalui perangkat smartphone. Hal ini mengindikasikan kemudahan akses dan mobilitas dalam mewujudkan ide-ide kreatif secara spontan.

Dengan dominasi dalam pembuatan gambar, Google menilai pengguna Indonesia menjadikan Gemini AI sebagai asisten kreatif yang siap menemani di mana saja. Kemampuannya untuk menerjemahkan imajinasi menjadi visual secara cepat menjadi daya tarik utama.

Negara-negara lain di Asia Tenggara juga memiliki keunikan tersendiri dalam menggunakan Gemini AI. Vietnam, misalnya, lebih banyak memanfaatkannya untuk keperluan akademik, termasuk dalam bidang matematika dan coding, serta persiapan ujian.