TREN.BISNISMARKET.COM - Uni Eropa kini tengah mengkaji secara mendalam fitur dan algoritma yang digunakan oleh raksasa media sosial, termasuk Meta, yang diduga membuat anak-anak rentan terhadap kecanduan. Sistem penyaringan konten negatif di platform tersebut juga dinilai masih belum optimal.
Tekanan ini mencerminkan tren global, di mana sejumlah negara, termasuk Indonesia, telah atau berencana menerapkan aturan pembatasan usia pengguna media sosial di bawah 16 tahun.
Dalam upaya menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak, Uni Eropa menunjukkan ketegasan. Dikutip dari Reuters, Senin (13/7/2026), Uni Eropa secara resmi menuduh Meta, pemilik Facebook dan Instagram, melanggar aturan teknologi yang berlaku di wilayahnya.
Regulator Eropa menemukan bahwa Meta memiliki fitur-fitur yang secara sengaja dirancang untuk membuat pengguna ketagihan. Meta diminta segera melakukan perbaikan, seperti menghapus fitur 'autoplay' dan 'infinite scroll', jika tidak ingin menghadapi sanksi denda.
Temuan awal Komisi Eropa ini merupakan hasil dari investigasi dua tahun yang dilakukan berdasarkan Undang-Undang Layanan Digital (Digital Services Act) Uni Eropa. Aturan ini mewajibkan platform online berskala besar untuk meningkatkan upaya penanganan konten ilegal dan berbahaya.
Komisi Eropa berpendapat bahwa Meta belum secara memadai menilai risiko kecanduan yang timbul dari rekomendasi konten yang sangat personal, 'autoplay', dan 'infinite scroll'. Fitur-fitur ini terus-menerus menyajikan konten baru dan mendorong keterlibatan pengguna dalam durasi yang berkepanjangan.
Terutama, fitur Reels dan Stories di Facebook serta Instagram dinilai dapat berkontribusi pada pola penggunaan yang berlebihan atau kompulsif di kalangan pengguna muda.
Langkah-langkah mitigasi risiko yang diambil oleh Meta dikritik oleh regulator. Dikatakan bahwa alat manajemen waktu yang disediakan dapat dengan mudah diabaikan, sementara kontrol orang tua memerlukan waktu, usaha, dan pengetahuan teknis yang signifikan untuk digunakan secara efektif.
Komisi Eropa menyarankan agar Meta secara proaktif menghapus fitur-fitur seperti 'autoplay' dan 'infinite scroll'. Selain itu, disarankan untuk memperkenalkan batasan waktu layar yang efektif dan mengembangkan sistem rekomendasi yang tidak berfokus pada mempertahankan keterlibatan pengguna secara terus-menerus.