TREN.BISNISMARKET.COM - Kecenderungan perkembangan fenomena El Niño menguat dalam prediksi para ahli untuk periode paruh kedua hingga akhir tahun 2026. Kondisi oseanografi dan atmosfer global menunjukkan sinyal kuat mengarah pada terbentuknya anomali iklim ini.
Oleh karena itu, diperlukan pemantauan laut dan atmosfer yang berkelanjutan sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan nasional terhadap potensi dampak iklim yang mungkin timbul di Indonesia.
Profesor R. Dwi Susanto dari University of Maryland menyampaikan bahwa beragam data observasi dan model iklim telah mengonfirmasi adanya perubahan signifikan pada kondisi laut di Samudra Pasifik. Perubahan ini merupakan ciri awal dari munculnya El Niño.
"Salah satu indikator utama adalah meningkatnya cadangan panas di bawah permukaan laut Pasifik yang berpotensi mendorong perpindahan massa air hangat ke arah timur," ungkap Dwi dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (14/6/2026).
Lebih lanjut, Dwi menjelaskan bahwa akumulasi panas di bawah permukaan Samudra Pasifik didukung oleh gelombang Kelvin yang berperan mendorong massa air hangat dari wilayah Pasifik barat menuju Pasifik timur. Proses ini merupakan karakteristik khas dari perkembangan El Niño.
Perubahan kondisi lautan ini dapat dideteksi melalui pemantauan suhu bawah permukaan laut, pengukuran tinggi muka laut, serta perubahan pola angin di kawasan tropis Pasifik. Berbagai model prediksi iklim internasional sejalan menunjukkan tren perkembangan yang serupa.
Indonesia memegang peran krusial dalam sistem iklim global karena lokasinya yang berada di area western Pacific warm pool, yakni kawasan dengan suhu permukaan laut tropis terpanas di dunia. Posisi ini membuat Indonesia sangat rentan terhadap perubahan iklim.
Selain itu, Indonesia juga merupakan jalur penting bagi Indonesian Throughflow (Arlindo) yang berfungsi sebagai penghubung antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Dinamika Arlindo menjadi indikator penting dalam memahami evolusi El Niño.
"Indonesia memiliki posisi penting dalam sistem iklim global karena berada di kawasan western Pacific warm pool, wilayah dengan suhu permukaan laut tropis terhangat di dunia," jelas Dwi.